Classmeeting di skolah gue

haaah, ujian semester dua udah gue jalani. tangis, tawa, hujan, panas, badai, angin puyuh. menyertai perjalan gue dalam menghadapi ujian semester dua itu, hehe maklum lah lg musim pancaroba kli. jd ganti" mulu cuacanya
yah, seperti tradisi turun temurun dari dulu, setiap selesai menjalani ujian semester dua pasti ad yang namanya 'classmeeting' yaitu lomba" yg mempertemukan antar kelas di SMA gue. d skolah" lain juga ad kok
dan yg bkin gue bangga, soalnya pd classmeeting kli ini ketua panitianya adalah. . .JENG JERENG hazlan. yup, tman gue dr smp. hehe bangga aj, dy sukses d bidang organisasinya.
lomba yg dihidangkan ( heh, kyk mkanan aj) dlm classmeeting kali ini adlah futsal, jalan 3, artikel, photography, volly. classmeeting diadakan selama 5 hari. dan sygnya huuu huu :( kelasku sama sekali gak memenangkan apapun. ksian"
tp yg pling gue suka bukan pas acara classmeetngnya tp pas pnutupannya, hehe suasananya yg bkin gue seneng. malem" hehning gitu. ad persembahan teaternya, ad akustikannya juga. akustikannya sih yg pling gue tunggu. soalnya ad iir nampil, penyanyi kesukaan gue. ceilah, kyk artis aja hahaha, tp suara iir memang top mamend. suasananya pas bgt d buat pcaran. bner bgt soalnya pas gue lihat ke bgian sbelah kiri temen" gue duduk byk bgt org" pcaran dstu jiakakakak. oke cuman itu cerita gue soal classmeetingkali ini, hbisnya singkat bgt si classmeetingnya. gue aj kaget gue bisa nulis sebanyak ini

oke, thank's guys yg udah mau baca. assalamualaikum

Liburan yg menyedihkan

huuu huu :(, yap yap seperti judulnya. liburan yg menyedihkan. . .
heran, knp saat ini liburan ane dr hari ke hari kok makin buruk ya. di rumah mulu
yah, bantuin ortu lah, dgr kicauan sang harimau tangisan adekku yg kecil, ini itu lah. pengennya liburan ke tempat yg menyenangkan. tempat yg bisa bkin mata dan perasaan semua org melayang terbang samapai ke awan. (alay juja. .hihih)
yayaya, tp mau bgaimana lg. tetapi yg smakin bkin kepalaku ini pening stiap ak pulang ke kampung halamanku. ak slalu saja tidak bisa kemna". tman-tmanku yg dlu skrg sudah mempunyai teman baru dan juga pastinga kesibukan dankegiatan yg bru, hufttt. . .
trus klau gak ad mereka sama siapa ak harus mengadu. . .(kyk judul lagu yg jadul aj, heheh)
jd pengen balik ke masa" SMP deh. masa yg dmna smuanya serba bebas dan tidak ad tekanan. huu
ane msh ingat bgt tu, dlu pas SMP ane dan tmen" yg pling rajin ngisi lap sepak bola de kampung ane. setiap sore pasti itulah kegiatan ane dan tmen" ane. kyk udah ter schedule hehe
ya, pas SMP mau kemana aj enk, mau jalan malem siang sore. bebas, tp sekarang semenjak SMA gak lg, yah karena faktor asrama itu. ya akhirnya sisa hari ane, ane jalanin dsna asrama 3 putra tercinta.

Hubungan Antara Istri, Selingkuhan, TV, dan HP

Mari kita buktikan bahwa Istri, Selingkuhan, TV dan HP mempunyai hubungan dengan melakukan analisa berikut:

Asumsi: Istri ibarat TV, selingkuhan ibarat HP

Bukti:

Di rumah nonton TV, keluar bawa HP

Tidak ada uang nonton TV, banyak uang cari HP baru

TV tidak butuh pengeluaran, tapi HP kalau tidak diisi pulsa tidak bisa dipakai

TV biasanya besar, gendut, tua pula, tapi HP biasanya imut, cute, dan sangat mudah dibawa kemana-mana.

Biaya operasional TV mah murah, tapi HP mahal atuh…

Yang paling penting, TV punya remote, tapi HP tidak.

TV tidak bisa disembunyikan, tapi HP bisa

TV biasanya membosankan, tapi HP selalu membawa kesenangan.

Nonton TV biasanya hanya dari salah satu sisi, tapi kalau HP bisa dibolak-balik 360 derajat.

Ada lagi nih, TV nggak pernah bervirus, tapi HP sering banget tuh kena virus.

Jadi pilih mana : TV apa HP??? Atau kedua-duanya…

Oppss… HP jangan diletakkan di dekat TV apalagi di atasnya, karena gelombang elektromagnetiknya bisa merusakkan peralatan dapur.

"Jejaka dan Harimau yang Shaleh"

Diceritakan, ada seorang jejaka Muslim yang tidak ikut Jumatan. Dia malah pergi ke hutan untuk memburu ayam hutan.

Ketika sedang mencari-cari di rerumputan yang tinggi dan lebat, tiba-tiba tampak seekor harimau bergigi tajam yang mencuat ke luar mulutnya lagi tertidur.

Sang jejaka kaget, senapannya jatuh ke jurang. Bahkan terlalu kagetnya, tubuhnya jatuh ke belakang tepat di atas sebongkah batu. “gedebug krakk..” Kedua kakinya copot (eh, copot!).

Gara-gara ada suara gaduh (sang jejaka jatuh dan teriak, “Au, au, au!”) sang harimau bangun. Ia menghampiri sang jejaka dan melakukan ‘pendekatan’ (uh-oh!). Sang jejaka sudah tak bisa apa-apa lagi, pasrah sudah menerima nasibnya.

Lalu, sang jejaka berdoa. “Ya Allah, maafkanlah hamba karena tidak shalat Jumat di hari ini, hari Jumat yang mulia ini.”

“Ya Allah, hamba memohon kepada-Mu, jadikanlah harimau bergigi tajam, berkuku runcing, bertubuh besar, dan berkulit loreng ini yang sedang berada di depan saya menjadi harimau yang soleh. Kabulkanlah, Ya Rabbi! Amiin!”

Tiba-tiba ada suara petir. “jelegerr…” Sang harimau mendekati tubuh sang jejaka sedekat-dekatnya, kemudian mengangkat kedua kaki depannya dan berkata,

“Allahumma baariklanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa azabannaar…” (sekedar info: doa hendak makan bagi umat Muslim)

Naik kelas 2 SMA

huuuh !! ga kerasa udah setahun saya msuk d SMA 10 melati samarinda. skolah boarding school, skolah yg blg org" adlah slah satu skolah unggulan d kalimantan timur. Yap, menurut saya memang bgtu, skolah dsna butuh kedisiplinan yg tinggi. dan juga butuh adaptasi yg sulit, karena dsna byk anak" pintar berkumpul jadi satu. syukur deh saya bisa msuk sana. (gatau. . .kok bisa ya?)
sperti yg saya blg diatas, "ga kerasa udah setahun" !! ya, bner bgt emg udah setahun saya skolah dsna. dan sekarang saya akan naik kelas dua. huft, untung msh liburan jd blm kpikiran ntr kyk ap, yg psti naik kls dua bkal lbh berat perjuangnnya termasuk juga pelajarannya. haaaaah pusing. .pusing. .pusing
jgankan buat mkirin itu pkirin saya juga, uhuk ! ckup dah basa basinya, terlalu sopan. jgankan buat mkirin yg bgtuan skrg aj ane lg mkirin nilai ane jg jeblok. dan dpt warna merah d KHS huuuu
kshan org tua ane yg udah ngeluarin byk uang buat nyekolahin ane jauh" dsna. ane smpe skrg jg bingung ane slh dimananya ya? perasaan ane mengikuti smua pelajaran dgn benar. mkanya itu ane bingung ane ap sistemnya pembelajrannya yg slh ? haaah, gtaulah. . .tp mudah"an kedepannya nilai ane bisa lbh meningkat, yg penting kagak merah lg.

23 juni 2011

hehe, pertama-tama saya mau minta maaf krna udah lama ga nge-blog. ini smua krna kesibukan ane yg bru msuk SMA. untung skrg lg liburan jd bisa ngeblog lg. skrg ane mencoba rasa baru dlam dunia blog, klo sebelumnya ane bkin blog yg isinya pelajaran smua skrg blog ane isinya ttg karya" ane, crta" ane, pkoknya apapun yg ane ingin tuangkan lah dlm blog ini. makasih

The history and origin of the name Grogot


The origin of the name Grogot City [1] based on local stories can not be separated from events in the history of South Sulawesi. According Lontara Wajo told when King Bone La Patau Matanna Tika invite Sporting Matoa Wajo La Salewangeng to attend his daughter's ear punch. Along with it were also La Madukelleng. As a habit that has become a favorite in every party Bugis royal kings during the past often have a party cockfight.
On the implementation of the cockfight occurred injustice in the event, when the son of King Bone chicken dead chicken was defeated by Sporting Matowa Wajo. The victory was not recognized by the Bone and they argue that the race is just as strong. This led to a commotion and led to the brawl which resulted in casualties Bone more than Wajo casualties. With the existence of such a fight to the King of Bone demanded that La Madukelleng Wajo surrendered to account for his actions that are considered wrong. But people are not willing to meet the demand Wajo King of Bone. Before the troops occupied the Kingdom Wajo Bone, because they do not want to be colonized La Maddukeleng wander along with his followers to leave vengeance Wajo to avoid being undertaken by the Kingdom of Bone.
He Madukelleng in perantauannya to capitalize three tip; tip of the tongue as the packed diplomacy, badik end to fighting, and the end of sex through marriage. He was poor across the country to carve the triumph of the Bugis people very day. With the capital La Maddukeleng along with his followers and eight middle nobility, namely Mohang Daeng Mangkona La, La Pallawa Daeng Marowa, Puanna Dekke, Siareje La, Daeng Manambung, Spoiled Daeng Lebbi La, La Sawedi Sagala Daeng, and La Manrappi Daeng left retainer from Paneki, and initially settled in the Land of Malacca (Malaysia Barat). Then it moved and settled in the territory of the Kingdom Paser precisely Estuary Kandilo for ten years, before returning to Wajo and was appointed King in the Kingdom Wajo.
However, after the group was settled in place, deep in the soil of South Sulawesi since the land has been occupied by the Kingdom Wajo Bone, Wajo many residents who left his native village of La Madukelleng trail entourage to set sail for the land Paser, while some of the group led by La Mohang Daeng Kutai Mangkona toward the ground and form a settlement that became the forerunner to the establishment of Samarinda. Given these events many Bugis people who originally came from Wajo, when it settled and engaged in trade around Kandilo River.
In daily group-Wajo Bugis people who live on the outskirts of River Kandilo often hear a very heavy flow of river currents that cause a roar. From the condition that the Bugis-Wajo named their settlement with the title Land Geroro-E (Geroro-E: the sound of thunder). From this the term of the Sultan of the Kingdom Paser at that time and then often called the Land-E Geroro the long run is estimated to be the forerunner Grogot City designation.
Furthermore, when the City Grogot many Bugis people who live along the River Kandilo, come all who are interested in the Dutch envoy to conduct trading business in the City Grogot around the year 1829 AD This is because the condition Paser commerce at that time was quite crowded and strategic. Dutch merchant named Alexander Van Soow apply directly to the Sultan of the Kingdom Paser to ask for permission to build a house as a place of business to sell the salt and opium. In his petition the Netherlands since the tongue can not mention Land-E Geroro then finally called the Land Grogod.
Therefore, it can be said that the designation of Land Grogod perfected over time become Grogot spelling. With the passage of time because the conditions Grogot city inhabited by more and more crowded after the Bugis, Banjar come next, Java, etc., that cause the population in the more Grogot. Is more dominant population originated from the Bugis and Banjar, which they quickly assimilated into the culture of the native tribe Paser. Therefore not surprising that at this point can be found in the cultural mix of people in the City Paser Grogot. Over time and the increasing number of residents who came to City Grogot has grown rapidly. In the end, based on Law No. 27 year 1959 on December 29, 1959, City Grogot inaugurated as the capital of the Pas